Aturan “Jadul” Supaya Hubungan suami istri Langgeng


Menurut data, tingkat perceraian beberapa tahun belakangan ini jauh lebih banyak ketimbang tingkat perceraian di masa muda kakek-nenek kita. Apa sih yang membuat para senior kita berhasil menjaga kelanggengan hubungan? Mungkinkah kita mencobanya juga?

Terrence Real, pengarang Wonderful Marriage: A Guide to Building a Great Relationship That Will Last a Lifetime mengumpulkan beberapa “aturan jadul” seputar kehidupan berpasangan. Menurut Real, aturan-aturan ini bisa diterapkan di kehidupan masa sekarang untuk memastikan kelanggengan pasangan.

1. Kesopanan
Ucapan “tolong,” “terima kasih,” atau “bolehkah saya?” adalah kata-kata yang nampaknya makin terhilang dalam kehidupan sehari-hari. Masih ada sebagian kita yang menggunakan kata-kata semacam ini, tetapi umumnya kepada teman, orang asing, atau orangtua. Jarang sekali diucapkan kepada pasangan. Kalaupun diucapkan, biasanya dengan intonasi yang kurang menyenangkan.

Menurut Real, “Saat bicara dengan pasangan, cobalah ucapkan dengan halus, jangan kasar. Gunakan kombinasi kesopanan ala zaman dulu dengan keterbukaan zaman sekarang. Coba utarakan sesuatu dengan cara sopan, seperti saat Anda bicara dengan orang asing.” Real menyarankan untuk mengutarakan hal-hal semacam ini dengan manis dan kerendahan hati.

Psikoterapis dan pengarang buku Tina Tessina, PhD mengungkap, “Kesopanan seperti lubrikan untuk interaksi sosial, membuat segalanya berjalan lebih lancar.”

2. Tuliskan pada kertas
Sebelum adanya ponsel dan layanan chatting, manusia berkirim pesan lewat surat yang dituliskan pada kertas. Jangan abaikan prosesnya, karena surat cinta yang dituliskan pada kertas bisa menguatkan hubungan pasangan dengan membuat mereka saling terhubung dalam level yang lebih dalam. Surat-surat semacam ini juga bisa dijadikan bentuk barang kenang-kenangan dan bisa dilihat lagi di masa depan untuk merasakan kembali emosi yang tertuang pada surat itu. Apalagi bila di dalam surat tersebut tersisip foto-foto atau benda kenangan lain.

3. Tidur seperti lajang
Bagi mereka yang sudah menikah, tidur terpisah ternyata bisa jadi hal yang kontroversial. Pasangan suami istri memang umumnya tidur dalam satu ranjang. Tetapi, jika salah satu dari pasangan tersebut memiliki masalah saat tidur, seperti mendengkur, dan lainnya, hal itu bisa menimbulkan ketegangan di antara pasangan. Tidur terpisah bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketegangan akibat salah satu kurang tidur dan memendam kekesalan. Bagi pasangan yang cukup erat untuk melakukan hal ini melaporkan mereka jadi punya energi lebih karena bisa tidur lebih nyenyak, alhasil mereka juga punya energi untuk melakukan aksi cinta lain.

4. Menjaga koneksi pertemanan
Charlotte NC, pakar hubungan merekomendasikan agar setiap pasangan menjalani hubungan dekat dengan hubungan pertemanan dan persahabatan di luar pasangannya. Tetap pula melakukan hobi masing-masing, agar keduanya bisa tetap melakukan hobi masing-masing dan tidak saling bersandar untuk hiburan satu sama lain.

5. Terlihat menarik
Les Parrott, PhD, profesor psikologi di Seattle Pacific University mengungkapkan, “Dengan jadwal sibuk kita sehari-hari, amat menggoda untuk cuek dengan penampilan dan hanya mengenakan pakaian seadanya saja. Jangan meremehkan nilai dan manfaat merapikan diri saat bersama si dia, meski sudah menikah berpuluh-puluh tahun. Mengambil waktu untuk berdandan demi bersama dia akan mencetuskan romantisme serta menunjukkan pada pasangan bahwa Anda peduli.”

6. Jangan tidur dalam keadaan marah
Jika Anda dan dia tidak bisa menemukan jalan tengah sebelum waktu tidur, coba sepakat untuk “tidak sepakat”. Bisa pula buat ritual untuk saling kecup sebelum beranjak lelap.

7. Berdansa
Mungkin terdengar norak atau dibuat-buat, tetapi percaya atau tidak, berdansa bersama pasangan bisa meningkatkan kedalaman hubungan. Sentuh, kerjasama tim, energi, musik, antisipasi, dan kedekatan adalah hasil dari berdansa. Kalau masih canggung, mulai saja dari lagu pelan, kalau mau lebih menantang, ikut kelas dansa bersama.

8. Seseruan dengan pasangan lain
Menurut Parrott, penting untuk mengidentifikasi pertemanan yang sehat sebagai bagian dari lingkar sosial. Gol Anda adalah untuk menjadi dekat dengan pasangan lain yang memiliki standar serta ketertarikan yang sama, serta memiliki sikap positif mengenai pernikahan dan kehidupan berkeluarga. Dekat dengan pasangan lain yang menyenangkan akan membuat Anda merasa punya dukungan dan meningkatkan gaya hidup aktif dan sehat. Teman seperti ini bisa baik untuk pernikahan dan kesehatan total.

9. Pujian
Untuk memberikan pujian, Anda harus memerhatikan pasangan. Benar-benar memerhatikan si orang yang akan dipuji. Tak butuh upaya besar untuk mengungkap, “Kamu terlihat ganteng hari ini,” atau, “Hasil kerja kamu bagus,” tetapi hasil yang didapat bisa mendekatkan pasangan dan meningkatkan kedalaman rasa di dalam pasangan.

10. Berpegangan tangan
Memang tidak lazim kita melihat suami istri yang sudah lama menikah masih berjalan sambil bergenggaman tangan. Tetapi, sebuah studi malah mengatakan, ketika pasangan bergenggaman tangan, hal itu menjadi semacam pengutaraan pasangan tersebut kepada orang lain bahwa mereka memiliki afeksi dan cinta untuk satu sama lain. Hal ini menunjukkan kepada semua orang bahwa keduanya bangga untuk bersama satu sama lain dan ingin semua orang mengetahui hal tersebut.

Saat tangan pasangan bersentuhan, terdapat koneksi elektris di antara keduanya. Manfaatkan hal tersebut untuk tetap mengalirkan energi serta hal manis di antara Anda berdua. Berikan sentuhan sayang dan genggaman tangan sesering mungkin saat bersama.

11. Kurangi keluh
Menurut Real, “Generasi kita berpikir bahwa kedekatan bisa datang dengan membagi segalanya satu sama lain, dan mengutarakan betapa sengsaranya yang satu dan mengeluh kepada pasangannya. Namun, hal tersebut tidak memotivasi satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Real menyarankan untuk pasangan lebih selektif membeberkan segala hal kepada satu sama lain. Tak segalanya harus dibagi, apalagi hal-hal kecil yang sepele dan sebenarnya bisa diatasi sendiri. Meski tak dipungkiri, berkomunikasi itu bagus.

12. Tindakan-tindakan manis
Tindakan-tindakan kecil yang manis sehari-hari bisa menjadi penguat dan pengingat bagi pasangan bahwa keduanya saling sayang dan saling menghargai. Tindakan-tindakan seperti memasak sarapan untuk pasangan, membuatkan bekal, membuatkan kopi atau minum untuk si dia juga bisa jadi hal-hal manis yang dihargai si dia.

Real mengungkap, bahwa untuk membangun hubungan yang penuh kasih, berbahagia, dan langgeng, benar-benar butuh upaya keras, semangat yang tinggi, dan pemikiran.

Ada banyak nasihat dan kebijaksanaan yang bisa kita dapatkan dari para orangtua dan kakek-nenek kita. Menurut Real, di zaman mereka, mereka memiliki satu sama lain, tetapi generasi kini menginginkan lebih. Kita mau romantisme, seks hebat, serta keintiman. Kita bisa padukan kedua kedekatan ini; kelembutan serta keanggunan cara berpasangan zaman dulu dengan kehidupan berpasangan yang sudah dipermudah dengan teknologi dan keterbukaan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s