Pasutri Harus Memaafkan Bukan Cari Pelarian dengan Berselingkuh


Pasangan yang memutuskan untuk menikah dan membangun rumah tangga semestinya memiliki kesiapan dalam segala hal. Termasuk saat harus menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tangga.

Anggapan bahwa membangun rumah tangga berbekal cinta ternyata benar adanya. Pasalnya, membangun keluarga dengan penuh cinta bisa menguatkan pasangan untuk bisa saling memaafkan, tidak egois mementingkan kebahagiaannya sendiri, yang pada akhirnya terhindar dari sikap tak bertanggungjawab seperti berselingkuh.

Leadership Coach & Motivator, Ainy Fauziyah, mengatakan memaafkan dan berjanji untuk membangun keluarga dengan penuh cinta adalah jawaban dari setiap masalah yang dihadapi pasangan suami isteri (pasutri).

“Selesaikan setiap masalah dengan hati bening, jauh dari keegoisan diri. Bukan mencari pelarian diri yang berujung pada ketidakbahagiaan diri seperti perselingkuhan,” katanya .
Perselingkuhan, kata Ainy, menandakan pelakunya adalah seseorang yang tidak bertanggungjawab, baik pada dirinya apalagi pada orang yang dicintainya.

“Orang yang berselingkuh menandakan dirinya egois, sibuk memikirkan kebahagiaannya sendiri, jauh dari kebahagiaan yang hakiki,” ujarnya.

Ia melanjutkan, perselingkuhan tidak akan pernah membawa kebahagiaan. Baik bagi dirinya sendiri, maupun pasangannya, suami maupun istri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s