Ramalan trend bisnis manufaktur (trend bisnis pabrik) di Indonesia dan Dunia 2020 -2100


Lebih Irit Ongkos dan Tingkatkan Kapasitas Produksi

Penggunaan robot pada sektor manufaktur kian dominan meski harga robot sangat mahal yang berkisar US$50.000 hingga US$150.000 per unit. Robot bekas dipatok mulai US$25.000 sampai US$75.000 per unit. Kita khawatir, jangan-jangan robot menguasai manusia?
Populasi dan peran robot di dunia terus bertambah. Semakian beragam pekerjaan manusia—utamanya di sektor industri dan pelayanan—diambilalih oleh robot. World Robotics melansir, bahwa jumlah robot mencapai 8,6 juta yang bekerja di seluruh dunia pada tahun 2010. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta unit tercatat sebagai robot yang dipekerjakan di bidang industri. Sedangkan 7,3 juta lagi adalah robot yang dibuat khusus untuk bekerja di bidang pelayanan. Angka itu melonjak hingga tahun 2012, jumlah robot di seluruh dunia mencapai 13 juta.
Beberapa negara terus meningkatkan produksi robot. Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat termasuk negara yang berambisi meningkatkan produksi robot. Jangan-jangan melonjaknya populasi robot membuat beberapa negara khawatir. Robot bakal menguasai dan mengganti peran manusia—seperti dalam berbagai scenario film-film. Manusia tentu saja menolak dikuasai oleh robot. Untuk mengantisipasi skenario pemberontakan robot, sebuah perusahaan di Inggris membesut proyek senjata anti robot dalam tajuk WAR Defence (Weapons Against Robots)

dot
Sementara itu, REPUBLIKA.CO.ID memprediksi bahwa suatu hari robot akan mengambil alih semua pekerjaan manusia dalam berbagai dimensi kehidupan. Seperti kita ketahui bahwa robot pertama dinamai Unimate yang diciptakan pada 1956. Berkat inovasi teknologi, robot Unimate sukses melakukan berbagai tugas sesuai dengan kemauan manusia yakni para insinyur yang menciptakannya. Fungsi dan kerja robot kian berkembang di sejumlah negara.
Perusahaan-perusahaan semakin tertarik mennggunakan robot dan menggabungkan robot-robot itu ke beberapa mesin kerja di pabrik (manufaktur). Dengan menggunakan robot yang tanpa upah kerja itu, ongkos produksi bisa diirit, sedangkan kapasitas produksi meningkat. Penggunaan robot kian digandrungi. Tahun 2011, populasi robot mencapai 9 juta unit di dunia seperti dilaporkan International Federation of Robotics (IFR) dan meningkat menjadi 13 juta unit tahun 2012.
Menurut laporan IFR, angka penjualan robot di Amerika Serikat meningkat 43 persen dan di Kanada, angkanya meningkat 72 persen pada tahun yang sama 2011. Berikut 10 negara dengan kepadatan robot tertinggi di dunia. Jumlah robot dibandingkan dengan per 10 ribu orang yang bekerja di sektor manufaktur (berdasarkan data Wonder List, 2012).
1. Korea Utara (347 unit robot per 10 ribu orang pekerja/manusia); 2. Jepang (339 unit robot per 10 ribu pekerja); 3. Jerman (261 robot per 10 ribu pekerja)’; 4. Italia (159 robot per 10 ribu pekerja); 5. Swedia (157 robot per 10 ribu pekerja); 6. Denmark (145 robot per 10 ribu pekerja); 7. Amerika Serikat (135 robot per 10 ribu pekerja); 8. Spanyol (131 robot per 10 ribu pekerja); 9. Finlandia (130 robot per 10 ribu pekerja); dan 10. Taiwan (129 robot unit per 10 ribu pekerja)
Peningkatan drastis
Peran robot di berbagai sektor industrisemakin besar terutama di pabrik-pabrik. Karena harga robot sangat mahal, negara-negara di Uni Eropa menyediakan dana untuk membiayai penelitian agar mampu merancang robot yang murah sehingga harga terjangkaubagi usaha kecil dan menengah.
Robot telah menjadi fitur normal dari lanskap industri, yang dapat ditemukandalam lembaran logam las, perakitan gearbox dan melakukan banyak tugas produksi yang berguna. Sejak tahun 60-an, ketika para pekerja robot yang pertama mengambil tempat di pabrik, jumlah mereka telah meningkat menjadi hampir satu juta di seluruh dunia.
Tahun 2006 misalnya, jumlah robot baru mencapai 100.000unit yang bekerja di berbagai industri, tiap tahun. Sebanyak 13.400unit di antaranya bekerja di Jerman. Sebagian besar robot, dipekerjakan di pabrik-pabrik yang menjalankan kelompok industri yang besar dan rumit. Sedangkan perusahaan-perusahaan kecilkesulitan melakukan investasi besar untuk membeli robot. Harga robot di pasar sangat mahal dan tidak cukup fleksibel bagi usaha kecil dan menengah yang harus merogoh saku US$50.000 hingga US$150.000 per unit.
Untuk itu, Uni Eropa mensponsori sebuah proyek yang bertujuan untuk membawa jenis otomatisasi ini ke dalam jangkauan keuangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Proyek ini bernama SMErobot ata disebutkan Inisiatif Robot Eropa untuk Memperkuat Daya Saing UKM di bidang Manufaktur.
Di samping lembaga-lembagai riset dan universitas-universitas yang terkemuka, dilibatkan pula lima produsen robot terbesar di Eropa. Mitra yang lainnya termasuk perusahaan TI, konsultan dan industri TI. Perusahaan dan lembaga yang ikut menangani proyek robot itu adalah, RESIS ROBOTICS, GUDEL, ABB, KUKA, DLR, visual components, SMEEG, Pro Support, RINAS Aps, Casting Technology, Fraunhofer, Gesellschaft, COMAU, EFQM, prospektive, GPS, dan LUND INSTITUTE OF TECHNOLOGY.
Semua orang di dunia harus mengetahui tentang sektor robotika. Untuk memenuhi tantangan itu, para peneliti harus “lebih atau kurang memahami tentang robot”, sesuai dengan pendapat dari Martin Hägele dari Fraunhofer Institute for Manufacturing Engineering and Automation IPA di Stuttgart, Jerman, Dia ini yang mengoordinasikan proyek tersebut. Konsorsium tersebut telah menetapkan tiga tujuan ambisius yang dicapai selama empat tahun. Proyek itu telah dijamin pendanaannya dan para insinyur menetapkan bahwa:
• Robot baru harus mampu memahami dengan mudah perintah-perintah “intuitif” yang dipelajari yang memungkinkan robot mudah dilatih oleh para pemula di bidang komputer.
• Robot harus mematuhi semua persyaratan keselamatan yang relevan, dan memungkinkan robot untuk berbagi ruang kerja dengan rekan-rekan sekerja yakni manusia.
• Robot harus dimungkinkan untuk diinstal dan memerintahkan robot dalam jangka waktu tiga hari.
Robot baru harus hadir dengan harga yang terjangkau. Para peneliti berharap untuk mengurangi investasi dan biaya operasonal hanya sepertiga dari tingkat saat ini dengan menggabungkan unit modular dalam konfigurasi yang fleksibel. Hasilnya seperti yang telah diduga, yaitu generasi baru robot yang tidak hanya dibangun dengan cara baru, tetapi juga dikerahkan dan dioperasikan secara berbeda. Jenis baru dari robot akan mampu untuk mengulurkan tangan di berbagai sektor industri, baik untuk pengolahan kayu, logam, karet, keramik atau plastik, atau untuk tugas-tugas seperti pengeboran, penggilingan, pemotongan, dan lifting.
Setelah menggunakan robot, Toyota Motor Corporation di Amerika Serikat yang menjual generasi ke-7 atau generasi terbaru sedan Toyota Camry LE, pada Oktober 2013, lebih murah ketimbang generasi sebelumnya. Mengutip laporan Los Angeles Times Camry LE dipatok US$ 22.500 turun US$ 200 sedangkan varian tertinggi Camry XLE dihargai US$ 24.725 atau lebih murah US$ 2.000 dibanding generasi sebelumnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Laman autoevolution.com, mengutip laporan Bloomberg, menjelaskan, “Perakitan Camry anyar itu menggunakan robot perakitan bekas proyek kerja sama di pabrik (Toyota) California.”
Toyota membeli robot di pabrik New United Motor Manufacturing Incorporated (NUMMI) California itu karena saat ini robot perakit itu menganggur. Padahal, kondisinya masih bagus. Peralatan tersebut merupakan peninggalan proyek kerja sama Toyota di California dengan General Motors (GM) lama, sebelum GM mengalami kebangkrutan pada 2009.
“Banyak peralatan yang baru di pabrik tersebut, tapi kami juga mendatangkan perlengkapan lama,” kata Steve St Angelo, Wakil Direktur Manufacture & Engineering Toyota Amerika Utara memberi alasan.
Namun yang pasti, langkah itu dilakukan untuk menghemat ongkos produksi agar model tersebut tetap memiliki daya saing tinggi dan bisa memenangkan persaingan di pasar. Pasalnya, pada saat yang bersamaan, pabrikan asal Korea, Hyundai Motors Corporation, juga gencar menggelontorkan produknya.

 

Sekitar tiga puluh tahun yang lalu komputer pribadi (PC) hadir dan menjadi alat yang umum dipergunakan dalam kehidupan kita sehari-hari – bahkan terus berlanjut hingga bisa mengubah masyarakat serta cara kita dalam menjalani hidup. Oleh karenanya para ahli Kaspersky Lab memutuskan untuk memperingati hal ini dengan cara melihat lebih jauh ke masa depan dan membayangkan bagaimana teknologi informasi akan berkembang dan mengubah hidup kita ke sebuah realitas digital baru di tahun 2045, yaitu tiga puluh tahun dari sekarang.
Menurut pandangan Kaspersky, tidak lama lagi, kemungkinan besar populasi dunia akan mencapai miliaran orang dan bahkan miliaran robot, dengan para robot yang melakukan hampir semua pekerjaan berat sehari-hari. Sementara orang-orang akan bekerja meningkatkan dan mengembangkan perangkat lunak untuk robot dan industri TI, yang akan menjadi rumah bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan program bagi robot seperti yang sekarang mereka lakukan yaitu dengan mengembangkan aplikasi bagi pengguna untuk dapat diunduh dan instal.
Sampai pada tahap tertentu batas-batas antara robot dan manusia akan menjadi kabur. Transplantasi akan mulai menggunakan organ buatan yang dikontrol secara elektronik dan prostesis akan menjadi sebuah prosedur bedah rutin. Nanorobots akan melakukan perjalanan jauh masuk ke dalam tubuh untuk memberikan obat ke sel-sel yang sakit atau melakukan micro-surgery. Sensor yang dipasang khusus akan memantau kesehatan masyarakat dan mengirimkan temuan mereka ke dalam penyimpanan berbasis cloud yang dapat diakses oleh dokter setempat. Semua ini seharusnya mengarah pada peningkatan yang cukup tinggi dalam harapan hidup.
Selain itu, orang-orang akan tinggal di rumah pintar di mana sebagian besar kenyamanan akan sepenuhnya otomatis. Perangkat lunak yang menjalankan rumah akan mengurus konsumsi dan pengisian ulang dari energi, air, makanan dan keperluan lainnya. Satu-satunya kekhawatiran manusia adalah memastikan ada cukup uang di rekening bank mereka untuk membayar tagihan.
Digital alter ego kita ini pada akhirnya akan terbentuk sepenuhnya dalam sebuah infrastruktur global yang bahkan mampu untuk mengatur diri mereka sendiri dan turut terlibat dalam mengelola kehidupan di planet ini. Pengoperasian dari sistem ini sendiri sedikit mirip seperti TOR; pengguna paling aktif dan efektif akan mendapatkan hak moderator. Sistem ini akan diarahkan untuk mendistribusikan sumber daya antara orang, mencegah konflik bersenjata dan aksi kemanusiaan lainnya.
Selain itu, produksi barang-barang tertentu tidak lagi diperlukan. Sebaliknya printer 3D akan memungkinkan kita untuk merancang dan membuat apa yang kita butuhkan, dari barang-barang rumah tangga seperti piring dan pakaian hingga membuat batu bata untuk rumah masa depan. Kaspersky juga menyatakan bahwa meskipun PC yang memulai booming TI, pada tahun 2045 kita kemungkinan akan melihatnya menjadi sekadar barang display di museum. Lebih tepatnya kita tidak akan lagi membutuhkan sebuah alat saja untuk mengerjakan data – yang pada dasarnya adalah segala hal yang dilakukan oleh sebuah komputer. Akan ada berbagai macam perangkat pintar yang bahkan lebih bervariasi dan perangkat yang berbeda-beda ini pada saatnya akan mengambil alih fungsi PC. Sebagai contoh, analisis keuangan akan dilakukan oleh server yang dikendalikan oleh organisasi yang bersangkutan dengan menggunakan dokumen elektronik, bukan oleh akuntan pada komputer pribadi.
Meskipun demikian, tidak semua orang akan merasa senang dengan dunia robot yang baru dan berani. Orang-orang yang menentang perubahan teknologi ini kemungkinan akan bermunculan untuk menentang pembangunan rumah pintar, gaya hidup otomatis dan robot. Oposisi terhadap perkembangan TI akan berusaha menentang manusia menggunakan sistem cerdas, peralatan cerdas bahkan robot untuk jenis pekerjaan tertentu, dan tidak akan lagi memiliki identitas digital.
“Tingkat perkembangan TI saat ini membuat sulit untuk memberikan prediksi yang tepat tentang di mana kita akan berada dalam beberapa dekade mendatang. Namun, jelas bahwa setiap tahun teknologi kita akan menjadi lebih pintar dan orang-orang yang bekerja dengannya perlu untuk terus dapat mengimbangi hal tersebut. Kita juga dapat memastikan bahwa penjahat cyber akan terus melakukan segala upaya untuk mengeksploitasi kemajuan TI yang baru untuk tujuan jahat mereka sendiri,” kata Alexander Gostev (Chief Security Expert di Kaspersky Lab). “Tapi seperti apa pun dunia kita akan terlihat dalam tiga puluh tahun mendatang, kita juga harus mulai meningkatkan tingkat kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan mulai dari sekarang. Teknologi hanyalah alat, dan itu sepenuhnya terserah kita apakah kita menggunakannya untuk kebaikan atau untuk kejahatan,” ujarnya.

 

Terpaan teknologi kini yang sangat pesat membuat banyak temuan-temuan baru bermunculan. Salah satunya yang paling pesat adalah teknologi robot. Mulai dari robot yang bisa jadi vacuum cleaner, robot yang bisa berdansa, dan bahkan robot yang digunakan untuk kepentingan militer.

Diam-diam, populasi robot di dunia semakin banyak saja. Menurut data dari World Robotics, terdapat 8,6 juta ‘kaum’ robot di seluruh dunia, kira-kira sama dengan populasi negara Austria.

Dari jumlah tersebut, 1,3 juta unit tercatat sebagai robot yang dipekerjakan di bidang industri. Sedangkan 7,3 juta lagi adalah robot yang dibuat khusus untuk bekerja di bidang pelayanan.

Diberitakan dari Techblorge, laju pertumbuhan robot diprediksi meningkat pesat. Diperkirakan pada tahun 2012, jumlah robot akan menyentuh angka 13 juta.

Memang beberapa negara kian getol memproduksi robot, misalnya Jepang, Korsel dan Amerika Serikat. Namun melonjaknya populasi robot membuat beberapa pihak khawatir skenario seperti yang ada di beberapa film terjadi, yakni robot bakal menguasai manusia.

Bahkan untuk mengantisipasi skenario pemberontakan robot, sebuah perusahaan di Inggris beberapa waktu lalu telah membesut proyek senjata anti robot dalam tajuk WAR Defence (Weapons Against Robots).

 

Sebelumnya, belum lama Unikom memimpin delegasi kontingen Indonesia dalam serangkaian kontes robot internasional di Amerika Serikat. Dalam salah satu gelaran di AS, robot dari Unikom berhasil mengharumkan nama Indonesia.

Sukses di arena global agaknya tak membuat Unikom meremehkan lawan-lawannya di kelas regional. Hal itu ditunjukkan dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional II yang digelar di Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Hasilnya, dari semua kategori yang dipertandingkan di KRCI, Unikom meraih piala. Sedangkan untuk Kontes Robot Indonesia (KRI), yang digelar pada saat yang sama, Unikom tidak mengirimkan wakilnya.

Dalam kontes ini, Unikom mengirimkan 3 tim yaitu tim divisi senior beroda yang terdiri dari Wahyu Eko Prasetyo dan Adi Heryadi. Kemudian tim divisi senior berkaki yang terdiri dari Cucu Herlina dan Galih Tias R M. Dan terakhir adalah tim divisi battle yang terdiri dari Rizal Pratama Septiawan, Irwan Suryawan dan Ridian Ardian. Semuanya dari jurusan Teknik Komputer.

Ketiga kategori yang berhasil dimenangkan oleh Unikom adalah KRCI Berkaki dengan robot DU 116, Beroda dengan robot robot 114-v10 dan Battle dengan robot DU 99-v2.

Nah, semakin lama perkembangan robot sudah hampir menyerupai fungsi manusia. Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa ini adalah ancaman karena bisa saja suatu saat dunia justru dikuasai oleh robot. Berikut lima alasan yang membuat robot bisa menjadi ancaman bagi manusia:

Robot Mampu Mencuri Hati Manusia
Robot sekarang ini sudah sangat mirip dengan manusia. Semua pekerjaan manusia bisa dilakukan oleh robot. Apalagi robot kini digandrungi oleh para balita dan tentara. Robot dengan mudahnya mampu mencuri hati manusia. Menurut beberapa pihak, ini membahayakan bagi eksistensi manusia di bumi.

Manusia Lebih Memilih Robot Untuk Dijadikan Pasangan
Beberapa tahun mendatang, manusia akan lebih suka berhubungan intim bersama robot! Para ahli sudah memprediksi adanya kemungkinan ini. Beberapa gejala yang mengarah ke prediksi tersebut yakni saat ini marak terjadi online relationship yang semakin intim melalui internet dan berbagai permainan sex online yang telah menjamur selama beberapa tahun belakangan ini. Seorang ahli mengatakan bahwa sebuah robot yang memiliki perasaan, yang memiliki penampilan dan suara seperti manusia akan memiliki sex appeal yang lebih besar.

Robot Bisa Mengerjakan Apa Saja
Anything you can do, they can do better. Inilah yang menjadi bahaya dari kehadiran robot. Robot memiliki kelebihan tidak mudah lelah, konsisten, dan mengerjakan segalanya lebih cepat. Berbeda dengan manusia yang selalu terbatas akan perasaan baik rasa letih, rasa malas, dan lain-lain. Manusia saat ini justru lebih percaya kepada tenaga mesin atau robot dalam mengerjakan tugas-tugasnya daripada tenaga manusia itu sendiri yang sering kali terkendala human eror.

Robot Mampu Membunuh Manusia
Pengembangan robot saat ini sudah tidak lagi untuk memudahkan pekerjaan manusia tapi sudah membahayakan yakni untuk membunuh manusia. Praktek ini terjadi pada mesin-mesin ciptaan Amerika Serikat di Irak dan Afghanistan. Di sini terlihat bagaimana robot mengubah bentuk peperangan modern.

Manusia Semakin Lama Menjadi Robot
Segala kemampuan robot yang tidak bisa dilakukan manusia membuat manusia saat ini mulai menciptakan berbagai hal yang berbasis mesin atau yang sudah tidak alami lagi. Lihat saja betapa seseorang bisa jauh dari pergaulan sosial karena kecanduan bermain games, bagaimana chatting membuat seseorang berhubungan dengan orang lain seakan-akan orang tersebut berada di dekatnya serta yang paling esktrem adalah penciptaan organ-organ palsu buatan mesin sebut saja mata, kaki palsu, hingga manusia kloning. Manusia pun semakin lama semakin menjadi robot karena unsur di tubuhnya tidak lagi alami melainkan hasil ciptaan mesin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s