Cara unik negara genjot kelahiran, kumpul kebo sampai beri hadiah


Sebagian negara di dunia ada yang pemerintahnya berupaya agar jumlah penduduk tidak terlalu besar, dengan alasan supaya tidak terjadi ledakan populasi yang akan berdampak pada kehidupan sosial. Dampak negatifnya misalnya terjadi banyak kriminalitas, sulitnya lapangan kerja, sulitnya penyediaan rumah rakyat, dan seterusnya.

Begitulah yang pernah terjadi di China beberapa dekade lalu. Tapi kini dengan asalan sudah terlalu banyak penduduk lanjut usia dan supaya ekonomi terus berkembang, pemerintah China memberlakukan kebijakan pasangan boleh punya dua anak. Selama beberapa dekade China hanya membolehkan pasangan punya satu anak.

Demi meningkatkan angka kelahiran, beberapa negara sampai menganjurkan cara unik supaya para pasangan segera punya momongan. Apa saja cara unik tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1.Pasangan muda Denmark disuruh bikin anak saat liburan

Perusahaan penyedia layanan paket wisata di Denmark Spies Travels merilis sebuah video iklan lucu yang bertujuan mendorong pasangan muda Denmark pergi berlibur dan berhubungan intim untuk membantu angka kelahiran negara itu yang saat ini terus menurun.

Video berjudul “Lakukan Demi Denmark!” itu

“Untuk membantu meningkatkan angka kelahiran, Spies Travels mendorong pasangan muda Denmark untuk pergi berlibur romantis,” kata narasi di iklan itu.

Video itu juga mengutip pernyataan ahli yang mengatakan hampir separuh pasangan suka berhubungan seks saat pergi liburan.

Bahkan disebutkan sekitar sepuluh persen anak Denmark dihasilkan dari hubungan intim orang tuanya saat sedang berlibur.

“Mampukah seks menyelamatkan masa depan Denmark?” kata suara narasi di iklan itu.”Denmark kini sedang menghadapi masalah,” kata bunyi iklan itu.

Spies Travel juga menawarkan liburan gratis bagi pasangan yang bisa membuktikan mereka bercinta saat sedang berlibur.

“Pesan liburan Anda. Dan buktikan Anda bercinta untuk mendapatkan hadiah perlengkapan bayi selama tiga tahun serta liburan bersama anak Anda,” kata bunyi iklan itu.

2.Tiap bayi lahir di Singapura dapat hadiah

 Asosiasi Bank Seluruh Singapura (POSB) akan memberikan bingkisan gratis pada setiap bayi lahir pada 2015. Pemberian cuma-cuma ini bagian dari peringatan 50 tahun kemerdekaan Singapura.

bingkisan itu terdiri atas sembilan jenis barang, contohnya popok, mainan, tongkat narsis, hingga figura.

Direktur Operasional DBS Jeremy Soo yang juga anggota POSB mengatakan orang tua bayi bisa mengambil hadiah itu di rumah sakit yang ditunjuk. “Kami ingin merayakan kebahagiaan orang tua, seiring 50 tahun Singapura merdeka,” ujarnya.

Ada 10 rumah sakit di Negeri Singa ikut serta dalam program dimulai 1 Januari tahun depan ini. Yang terlibat misalnya Mount Elizabeth Hospital, Singapore General Hospital, Raffles Hospital, dan Parkway Hospital.

Di luar bingkisan gratis itu, POSB pun menyiapkan beasiswa bagi lima bayi paling beruntung. Tapi untuk yang ini, sang orang tua harus mendaftar di situs posb.com.sg, dan wajib berkewarganegaraan Singapura. Dana pendidikan yang disediakan mencapai 10.000 Dolar Singapura (setara Rp 93 juta).

3.China kini bolehkan keluarga punya dua anak

 Pemerintah China kemarin mengumumkan warga kini boleh punya dua anak, setelah kebijakan selama puluhan tahun yang hanya membolehkan satu anak.

Menurut pemerintah, kebijakan ini untuk menyeimbangkan perkembangan populasi di tengah makin banyaknya warga lanjut usia.

Perubahan kebijakan ini diumumkan setelah para pimpinan Partai Komunis China mengadakan rapat sejak Senin hingga kemarin.

Usulan kebijakan itu harus disetujui oleh pimpinan legislatif sebelum diberlakukan.

Kebijakan hanya boleh punya satu anak di China berlaku sejak 1970-an lantaran sudah terlalu banyaknya populasi orang China. Di daerah pedalaman rakyat dibolehkan punya dua anak, jika anak pertama perempuan.

Kebijakan ini sempat dilonggarkan pada November 2013 setelah rapat para pimpinan Partai Komunis China.

4.Pemerintah Korsel anjurkan pasangan kumpul kebo buat tingkatkan angka kelahiran

 Pemerintah Korea Selatan sedang merumuskan kebijakan agar masyarakat tidak lagi menyoroti negatif pasangan kumpul kebo maupun orang tua tunggal akibat perceraian. Langkah itu diambil supaya tingkat kelahiran di Negeri Ginseng meningkat.

Kementerian Keuangan Korsel khawatir negaranya mengalami perlambatan demografi seperti di Jepang pada 1990-an, yang kini telah berdampak. Salah satu jalannya adalah mendorong pasangan kumpul kebo memiliki anak, tanpa harus takut pada kecaman sosial.

“Kampanye pada masyarakat agar bersedia menerima pelbagai jenis keluarga ini penting untuk mendorong angka kelahiran, kendati tentu butuh waktu agar bisa diterima,” seperti dikutip dari pernyataan pers pemerintah Korsel, dilaporkan AsiaOne.

Tingkat kelahiran Korsel saat ini adalah 1,2 anak per perempuan per tahun. Angka itu termasuk paling rendah di antara negara-negara maju. Penduduk Korsel juga semakin menua, karena tenaga kerja usia muda tak bertambah secepat yang diharapkan.

Selain pasangan kumpul kebo, perempuan atau lelaki yang menjadi orang tua tunggal akan dibantu oleh insentif fiskal. Di Korsel selama ini, orang tua tunggal ternyata dibebani pajak lebih besar daripada keluarga yang masih utuh. Perusahaan di Korsel kerap berlaku diskriminatif dengan mempertanyakan alasan calon pegawai bercerai. Di Negeri Ginseng, perceraian dianggap tidak patut.

“Kondisi ini memunculkan tekanan besar, terutama kepada pekerja perempuan yang menjadi orang tua tunggal,” kata Ketua Jaringan Pendukung Perempuan Bekerja Korea, Park Yeong-mi.

 

SEMUANYA MENGATASNAMAKAN EKONOMI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s